fbpx

Selamat sore Bunda semua

Selamat menjelang akhir pekan yaa.

Semoga di akhir pekan ini, kita semua dalam keadaan sehat, dan tidak kekurangan suatu apa.

Pada broadcast kali ini, kami ingin mengangkat beberapa tips untuk home learning.

1. RPP home learning

Beberapa hal yang kadang terlupa, dalam keadaan new normal ini dinas menurunkan “persayaratan pembuatan RPP”. Dengan penekanan: pembelajaran dilakukan melalui kegiatan bermain, yang bermakna bersama orang tua.

Jadi kita merencanakan permainan untuk anak bersama orang tua.

Untuk contoh rpp dari dinas dan bahasan singkat, Bunda bisa cek di sini

2. Materi

Masih terkait dengan RPP home learning. Dalam menjelaskan sebuah materi, sebelum anak – anak melakukan kegiatan bersama orang tua, kadang kita perlu menerangkan satu materi.

Cara paling mudah dan sering kita lakukan adalah dengan rekaman video, dimana kita merekam diri kita di depan hp.

Dan disini kita sering menemui kendala berupa:

* rekaman video yang suaranya tidak stabil, karena kita merekam diri kita dengan jarak yg cukup jauh dari kamera (hp).

* Benda yang terlihat kecil dalam rekaman video.

dan tetek bengek kecil lainnya yang muncul.

Bunda merasakan hal itu juga?

Dalam hal pembuatan materi ini kami menyarankan Bunda untuk mulai menggunakan software presentasi. kami menyarankan Bunda menggunakan slide, power pointnya google.

Kenapa slide?

*Gratis dan halal.

*Bisa diinstal di hp.

*Bisa dikombinasikan dengan aplikasi perekam layar, sehingga bisa membuat materi kbm dengan hp.

*Suara bisa lebih jelas karena perekaman dilakukan dengan jarak dekat.

*Bisa menampilkan gambar lebih besar.

*Bisa dibuat menjadi semacam materi dan kuis interaktif, dimana anak – anak bisa klik gambar dan akan keluar suara.

*Secara keseluruhan lebih ringan.

*Mudah dibagikan ke orang tua dengan menggunakan link.

*Bisa dijadikan alternatif pengganti quizizz yang sekarang berbayar.

“Microsoft kan gratis juga mister?” Tanya Bunda.

Tidak Bunda, gratis itu untuk guru dan unit pendidikan, dan itu masuk dalam biaya marketing. Karena pasar yang disasar adalah murid murid kita.  Jadi nanti kalau gurunya pakai windows, maka murid muridnya juga terbiada dengan windows, dan itu pangsa pasar yang luar biasa.

Google sebenarnya juga tidak beda jauh. Tidak gratis, mereka juga menyasar pengenalan merk ke murid murid, tapi mereka lebih halus, karena tidak menjual produk secara langsung, tetapi mengincar informasi.

Paling netral sebenarnya menggunakan open software, tapi hal ini membutuhkan pembelajaran dan pengenalan.

Jadi untuk sementara ini hemat kami, menggunakan slide dari google adalah yang terbaik.

Bunda bisa klik tombol di bawah untuk melihat kuis yang dibuat menggunakan slide:

3. Mengakses video

Salah satu aktivitas yang baru di era new normal ini adalah melihat video. Mulai dari webinar pelatihan sampai video pengumpulan tugas dari orang tua murid.

Kalau kita tidak pandai – pandai menyiasati hal ini, waktu kita banyak terbuang, untuk melihat video.

Dalam hal ini kami menyarankan Bunda untuk  membiasakan diri menggunakan alat untuk mempercepat video.

Contoh riil, Bunda akan menilai video anak – anak merapikan tempat tidur.

Sebelum Bunda melihat videonya, Bunda sudah melihat kembali RPP dan mengetahui indikator penilaian yang akan dilihat di video:

misal:

1. Kondisi sprei, selimut, dan bantal setelah anak selesai merapikan.

2. Apakah anak mengerjakan sendiri atau meminta bantuan ortu.

Kemudian Bunda tentukan, untuk melihat 2 indikator tersebut, saya perlu melihat:

1. Hasil akhir sprei, selimut dan bantal.

2. komunikasi yang terjadi selama proses.

Untuk melihat 2 hal tersebut Bunda bisa melihat video dengan kecepatan 2 kali dan masih bisa mendengar interaksi menemukan kalau ada bantuan yang diberikan orang tua.

Kalau ragu, Bunda bisa menurunkan kecepatan di menit tertentu yang ingin diperjelas.

Dengan melakukan hal ini Bunda menghemat minimal 1/3 dari total video.

Kalau rata rata video yang dikumpulkan ortu berdurasi 5 menit dan total ada 15 murid maka Bunda menghemat minimal 25 menit dari total 75 menit. Kalau Bunda sudah terbiasa menggunakan pengaturan kecepatan, rasanya Bunda bisa menghemat hingga separuh durasi, berarti hemat 37 menit.

Kalau sehari Bunda menilai 4 video kegiatan, maka Bunda bisa menghemat 100 sampai 150 menit. Lumayan banget kan.

Bagaimana dengan webinar?

Ini bisa jauh lebih hemat lagi Bunda. 

Tipsnya adalah: melihat rekaman, terutama webinar yang streaming di youtube atau facebook.

Dengan melihat rekaman, bukan yang langsung, kita bisa mengatur kecepatan video, dan pastinya kita melihat nya di waktu yang cocok dengan kegiatan kita.

Saya rasa seharusnya seperti inilah namanya pengembangan diri online, kita yang menentukan waktu kapan untuk belajar, tidak harus online bersamaan.

Kembali ke tips webinar.

Siapkan notes atau buku catatan untuk mencatat materi yang akan Bunda perlukan.

Lalu putar webinar dengan kecepatan yang bervariasi, mulai dari satu setengah hingga 2 kali. Ini tergantung pada pembiasaan. Dulu awal awal menggunakan pengatur kecepatan, saya maksimal menggunakan kecepatan 1,5. Sekarang saya bisa mendengarkan materi dengan kecepatan 2 kali. Karena sudah terbiasa. 

Tapi tentu untuk materi yang baru atau penting, saya akan turunkan kecepatan. 

Saat masuk materi yang penting, turunkan kecepatan, dan catat, pause video jika diperlukan.

Kadang saya juga maju beberapa menit, setelah tahu bahwa pembahasan di menit tersebut adalah materi yang tidak saya butuhkan.

Dengan melakukan hal tersebut kita bisa menghemat lebih banyak waktu lagi.

Waktu yang bisa kita gunakan untuk hal – hal lainnya.

Alat yang bisa Bunda gunakan disini : video speed controller, klik disini untuk memasang alat di laptop, dan di bawah adalah penjelasannya :

4. Kesehatan

Sebelum ada pandemi ini, Bunda mengajar di sekolah. Bunda bangun bersih -bersih rumah lalu bersiap berangkat. Sampai di sekolah Bunda berjalan di menuju kelas, berjalan mengawasi kbm anak, berjalan menemani anak bermain di tempat bermain, mengangkat mainan dan kadang mengangkat anak juga, merapikan mainan bersama anak.

Banyak sekali kalori yang Bunda gunakan untuk aktivitas. Dan tubuh Bunda sudah beradaptasi dengan kegiatan ini.

Sekarang.

Bunda lebih banyak duduk di depan laptop. Aktivitas berjalan jauh berkurang. Ruang gerak badan juga menurun drastis, hanya angkat laptop, buku, dan mengetik.

Kalori yang selama ini disiapkan tubuh jadi tidak terpakai. Hasilnya, tubuh menyimpannya menjadi cadangan gula dan lemak.

Otot yang mengalami penurunan karena jarang dipakai menambah kecil alat untuk membakar kalori. 

Kita tidak menginnginkan hal ini terjadi berkelanjutan. Sangat buruk efeknya.

Saran kami:

Bunda sisipkan waktu diantara sela sela kegiatan online untuk melakukan gerakan teratur yang bisa menambal kekurangan gerakan ini.

Satu cara yang praktis adalah membuat jeda di tiap jam, dan menggunakannya untuk aktivitas fisik seperti senam atau naik turun tangga, untuk yang ada tangga di sekolahnya, lalu memandang benda dengan jarak lebih dari 6 meter.

Alat yang bisa Bunda gunakan adalah timer. Pasang timer tiap satuan waktu tertentu, saran saya 50 menit. Jadi selama 50 menit, Bunda fokus bekerja, dan setelah timer berbunyi, Bunda bangun dari tempat duduk, dan melakukan aktivitas fisik, baik itu senam, jalan, naik turun tangga, dan memandang benda minim 6 meter.

Lakukan aktivitas fisik ini antara 5 sampai 10 menit, dan setelah itu Bunda bisa kembali lagi fokus bekerja selama 50 menit, dan seterusnya.

Dengan melakukan hal kecil ini Bunda bisa menyelamatkan diri Bunda dari penyakit jantung dan diabetes dalam jangka waktu kedepan.

Ringkasan

Kami rangkumkan kembali 4 tips pengingat broadcast hari ini:

  • RPP Home Learning kegiatan bermain yang bermakna bersama orang tua.
  • Materi bisa menggunakan slide untuk mengatasi beberapa kendala.
  • Video bisa menggunakan alat untuk meningkatkan kecepatan video untuk menghemat waktu.
  • Kesehatan: beri jeda waktu diantara satu jam kegiatan untuk melakukan aktivitas fisik.

Salam sehat dari Denpasar Bunda Yanda semua.