fbpx

Ketika saya bersama Departemen Sheriff setempat, saya adalah anggota Satuan Tugas Pelecehan Anak yang baru dibentuk.

Anggotanya sedikit, Itu termasuk saya, anggota kantor DA, anggota Pusat Advokasi Anak, dan Detektif Kota.

Kami semua akan terus menerima telpon dalam kasus dugaan pelecehan atau penelantaran anak. Sebagian besar ternyata bukan pelecehan anak.

Satu hari, kami pergi ke salah satu tempat yang paling menyedihkan saat itu. Rumah itu tidak memiliki listrik atau air. Sampah berserakan di mana-mana. Dapur penuh dengan kotoran, makanan busuk, piring bertumpuk di wastafel. Lantai di ruang tamu sampai tidak terlihat saking kotornya.

Ada seorang anak di sana: seorang gadis muda berusia 7 tahun yang tampak mengerikan, kotor, memar, dan rambut kusut perlu dirawat.

Dia tampaknya takut pada kami. Ibunya tidak ada di rumah. Saat itu dia sedang pergi ke tempat lain di ujung jalan. Dia kembali ketika kami di sana dan jelas kesal menemukan kami di sana.

Dia memiliki bekas luka baru di lengannya dan tampak sedang mabuk. Kami memutuskan untuk membawa gadis kecil itu demi keselamatan anak itu.

Dia memiliki sedikit pengalaman dengan orang lain selain ibunya (dan siapa pun yang dia bawa pulang). Dia ditempatkan di sebuah panti asuhan yang hebat (rumah yang benar-benar bagus).

Aku memeriksanya sebisaku tapi kemudian kehilangan kontak dengannya.

11 tahun kemudian. Pada suatu hari, saya mendapat undangan untuk menghadiri wisuda.

NYC teen slain by stray bullets was celebrating college degree - New York  Daily News
Gambar ilustrasi: https://www.nydailynews.com/

Tidak yakin pada saat itu dari siapa, tetapi permintaannya meminta jika bisa, datang datang dengan mengenakan seragam.

Saya pergi dan menemukan tempat duduk.

Ada seorang wanita muda yang cantik di podium dan tiba-tiba, cerita yang dia ceritakan menjadi sangat akrab.

Dia kemudian meminta saya untuk berdiri dan naik ke podium. Dia melanjutkan ceritanya dan semua ingatan malam itu kembali membanjiri.

Dia kemudian berterima kasih kepada saya karena telah menyelamatkan hidupnya. Dia merasa bahwa jika kami tidak membawanya hari itu, dia mungkin sudah mati di rumah itu. Dia tidak pernah berhubungan lagi dengan ibunya dan tidak pernah mengenal ayahnya, tetapi dia tumbuh dengan keluarga angkat yang penuh kasih yang akhirnya mengadopsi dia. Dia sudah dewasa sekarang dan menjalani kehidupan yang baik.

NB: Cerita ini adalah cerita nyata dari Pak John Buzek, dan dipublih dengan seijin beliau. Bunda bisa melihat tulisan pengalaman beliau lainnya di https://www.quora.com/profile/John-Buszek