fbpx
hoax fake news illustration background

Ketika menelusuri  feed facebook, Bona melihat berita yang menyebutkan bahwa dinas pendidikan akan menghentikan sertifikasi. Bona menghentikan scrolnya, mencoba mencerna, “Enak saja, saya sudah bekerja keras kok sertifikasinya mau dihentikan!” Kata Bona.


Bona langsung menuliskan amarahnya di kolom komentar berita tersebut. Lalu Bona membagikan berita itu ke wall fb nya dan  mengirim berita itu ke wa group sekolah sembari meminta respon teman – temannya.

Mendadak pikirannya sadar. “Eh itu berita betulan ngga ya? Duh tadi belum cek sumbernya, waduh kalau sampai itu berita hoax bisa bahaya, mana sudah dishare di grup sekolah lagi.” Pikir Bona.

Rasanya setiap kita pernah mengalami hal ini.

Karena itu hari ini kita akan belajar bersama mengenali berita hoax:

Yang perlu Bunda ingat, setiap pihak memiliki kepentingan, dalam hal berita politik, ada 2 pihak yang berusaha menarik perhatian kita: 

  • Pemerintah akan mengangkat data, berita yang menarasikan keberhasilan pemerintah.
  • Oposisi akan mengangkat data, berita yang menarasikan kegagalan pemerintah.

Disini kita sebagai warga negara harus jeli membaca data. Kemudian kita pergunakan data yang ada untuk membuat keputusan di pemilu yang akan datang.

Jadi kalau ada berita yang membuat kita merasa kerja pemerintah sudah luar biasa bagus, tidak ada cacatnya. Maka besar kemungkiinan kita sedang membaca narasi dari pendukung pemerintah. 

Kalau ada berita yang membuat kita merasa pemerintahan ini berbuat jahat ke rakyatnya dan tidak berbuat adil, besar kemungkinan kita sedang membaca narasi dari oposisi.

Yang perlu kita lakukan adalah mencermati datanya. Bukan emosi yang berusaha dimunculkan oleh berita.

Ingat, kita sebagai sebuah negara sudah memiliki sistem untuk bernegara. Tidak setuju dengan keputusan pemerintah, kita bisa menghubungi anggota DPR/D perwakilan wilayah kita, yang mana seringkali kita tidak tahu cara menghubunginya, masukan untuk kita saat pemilu nanti, pilih yang membagikan nomer wa atau yang bisa dihubungi.

Tidak setuju dengan undang undang buatan DPR dan pemerintah? Kita bisa ajukan ke MK. Saya masih ingat bagaimana keputusan kenaikan BPJS tahun kemarin bisa dianulir MK, ini pertanda bahwa sistem negara kita berjalan dengan baik.

Sekarang kita lanjut ke bahasan.

Berita hoax bisa dikategorikan dalam dua bentuk:

  1. Berita yang datanya tidak benar.
  2. Berita yang sebagian datanya benar, tetapi sebagian salah.

Sebagai contoh: TKA membanjiri Indonesia dan dipermudah ijinnya.

Headline di atas ingin memunculkan asumsi bahwa banyak sekali TKA yang masuk dan dimudahkan oleh pemerintah.

Headline ini bisa dibilang tidak ada artinya.

Karena tidak menyebutkan jumlah yang pasti, jadi hanya ingin memancing emosi pembaca.

Untuk mengambil simpulan dari berita ini, kita membutuhkan informasi data TKA per tahun, dan perijinan TKA, ingin lebih obyektif lagi, kita bandingkan dengan jumlah TKI kita yang berada di luar negeri.

Kalau kita mendapatkan data tersebut kita akan bisa melihat data yang benar yang obyektif.

Kita jadi tidak termakan narasi yang ingin dibangun pembuat / pemesan berita.

Contoh kedua.

Satelit Palapa akan mempercepat internet hingga pelosok

Headlie di atas sama saja, tidak ada isinya.

Tidak disebutkan seberapa cepat nantinya. Pelosok itu sampai mana saja?

Untuk mengambil simpulan dari berita ini , kita membutuhkan data kecepatan internet di Indonesia sebelum dan sesudah satelit palapa. List cakupan area yang akan dicover satelit. Ingin lebih obyektif, kita bandingkan kecepatan internet kita dengan kecepatan internet di negara tetangga.

Kalau kita mendapatkan data tersebut kita akan bisa melihat data yang benar, yang obyektif.

Kita jadi tidak termakan narasi yang ingin dibangun pembuat / pemesan berita.

Saya pribadi sejauh ini termakan hoax contoh 2.

Jadi Bunda perhatikan, kita yang masih manusia adalah titik terlemah dalam sistem keamanan internet.

Manusialah yang menyebarkan berita hoax dan mempercayainya tanpa mengevaluasi sumber berita sebelumnya.

Bagaimana dengan berita tentang hadiah atau pulsa gratis.

Biasanya sih mereka mengincar data pribadi berupa nomor atau mereka ingin menanamkan malware ke hp Bunda.

Untuk bisa mendapatkan data pribadi, mereka akan membutuhkan Bunda untuk memberikan ijin akses ke penyimpanan, internet, dan kontak. Saat Bunda memberikannya, mereka otomatis bisa membaca, membuat salinan dan mengirimkan data tersebut ke server mereka. Kalikan jumlah penduduk Indonesia dan sekarang mereka memiliki data yang sangat banyak.

Dan data tersebut bisa digunakan untuk membuat model yang bisa memprediksi tindakan populasi dalam satu wilayah.

Model ini bisa digunakan untuk marketing produk maupun politik.

Contoh nyata saja, pemilihan presiden Amerika yang dimenangkan oleh Trump padahal di atas kertas (survey, dan perhitungan statistik Hillary menang) tapi Trump melalui satu lembaga swasta menggunakan satu aplikasi Facebook mengambil data pribadi yang dimiliki pengguna Facebook dan kemudian membuat iklan politik untuk masing masing kepribadian.

Jadi orang yang cinta damai akan melihat iklan Trump yang cinta damai. Orang yang setuju memperbolehkan penduduk memegang senjata api, akan melihat iklan Trump yang mendukung kemerdekaan warga. Hasilnya Trump menang.

Ok, kita sudah terlalu lebar, kita kembali ke bahasan.

Setelah kita mengetahui berita hoax dan atau informasi tidak benar, lalu bagaimana langkah untuk memastikan kebenaran satu berita, berikut kami sarikan dari beberapa sumber:

  1. Cek sumber aslinya.
    Misal ditulis diambil dari kompas, maka kita coba cari menggunakan kata kunci, “Judul” + “Kompas”, akan lebih tepat lagi kalau kita bisa mengetahui tanggal berita tersebut.
  2. Cek sumber lainnya.
    Misal lolos langkah 1, kita lanjut ke langkah 2. Cek topik yang sama dari sumber / situs yang berbeda, paling enak adalah Bunda menggunakan google, Bunda ketik topiknya, dan google akan memunculkan berbagai situs dengan topik tersebut.
    Jika semua situs menunjukkan berita yang serupa, senada dan seirama. Jangan langsung menyimpulkan bahwa berita tersebut benar adanya. Kita perlu mengembangkan kemampuan untuk tidak langsung percaya. Kita lanjutkan ke langkah 3:
  3. Cek isi berita
    Pada langkah ini kita gunakan bahasan di awal artikel ini. Narasi yang dibawa berita ini tentang apa? Apa emosi yang muncul setelah membaca berita itu? Apa data yang ada di dalam berita lengkap? Data apa lagi yang diperlukan supaya bisa mendapatkan kesimpulan berita yang benar?
  4. Cek di situs perika berita:
    1. www.turnbackhoax.id.
    2. https://cekfakta.com/
    3. https://www.antaranews.com/jaringan-antara-cegah-hoax
    4. https://www.detik.com/tag/hoax
    5. https://www.politifact.com/
  5. Terakhir saya ingat beberapa panduan membagikan berita di fb dari sebuah pengajian online:
    1. Apakah ini bermanfaat membawa kebaikan untuk diri saya?
    2. Apakah ini akan bermanfaat untuk orang yang akan saya bagi?
    3. Apakah ini direstui Tuhan?
      Kalau ketiga pertanyaan tersebut jawabannya iya, maka kita bisa bagikan berita tersebut.

Dengan mengenali berita hoax termasuk iklan hoax, dan menerapkan 5 langkah memastikan kebenaran berita semoga kita bisa memiliki masyarakat digital yang menyenangkan, yang bermanfaat untuk kebaikan semua.

Salam hangat dari Denpasar.