NaZaNWR6MGpaMGZ4NGJaNqt4NncsynIkynwdxn1c
Bacaan Buku "Health, Breath and Mind"

Bacaan Buku "Health, Breath and Mind"


Bunda pernah mendengar manfaat meditasi?
Banyak penelitian sudah dilakukan yang membuktikan secara ilmiah manfaat meditasi(sumber).

Meditasi yang dimaksud dalam tulisan ini adalah teknik pernapasan untuk relaksasi mental, bukan yang seperti cerita mistis dengan menggunakan mantra dan lilin atau semacamnya.

Sumber: https://themindunleashed.com

Sebelum membaca buku ini, saya belum mengerti bagaimana mekanismenya sehingga meditasi bisa membawa manfaat. Oiya, beberapa manfaat yang banyak dilaporkan dari praktik meditasi antara lain:

1. Mengurangi stress dan kecemasan.
2. Mengurangi impuls dan kecanduan.
3. Meningkatkan keuletan di masa yang sulit.
4. Meningkatkan kebahagiaan dan fokus.
5. Membantu menciptakan hubungan yang pengertian.
6. Meningkatkan kepuasan hidup.

Manfaatnya menyenangkan sekali bukan?

Nah dari membaca buku ini saya baru mengetahui kalau:
  • Setelah menarik napas, 2 sampai 3 detik kemudian tekanan darah kita akan naik.
  • Setelah mengeluarkan napas, 2 sampai 3 detik kemudian tekanan darah kita akan turun.
  • Jantung dan otak berkomunikasi dan saling mempengaruhi 2 arah. Tadinya saya pikir hanya otak yang mempengaruhi jantung, ternyata jantung juga mengirim sinyal yang bisa mempengaruhi otak. Bahkan dalam prosentase yang lebih besar.
  • Saat kita fokus pada pernapasan, kita sedang melatih saraf yang secara langsung mengatur  sistem simpatik dan parasimpatik dan terhubung langsung dengan otak dan semua organ dalam tubuh termasuk jantung.
  • Kita tidak bisa secara langsung mengontrol jantung, tetapi dengan berlatih pernapasan, secara tidak langsung kita belajar mengontrol jantung.
  • Saat kita menemui keadaan yang membuat kita merasa cemas / takut / tegang,  kita mengaktifkan sistem "lawan atau lari" yang ditandai dengan naiknya detak jantung dan tekanan darah, yang mempersiapkan tubuh kita untuk memilih melawan atau lari dari keadaan tersebut.
  • Saat berada dalam sistem "lawan atau lari" tubuh kita menonaktifkan bagian otak yang berfungsi untuk berpikir logis, sehingga kita tidak bisa menemukan solusi rasional untuk masalah kita. Emosi dan logika tidak bisa berjalan berdampingan, untuk menggunakan logika, kita perlu menurunkan luapan emosi yang dirasakan tubuh. Emosi dalam hal ini bukan hanya takut, tapi termasuk juga emosi seperti senang. Jadi sekarang kita mengerti kenapa ada pepatah yang berkata, Jangan membuat keputusan saat kita sedang marah / senang / takut, ternyata karena emosi tersebut menghalangi penilaian obyektif yang kita lakukan.
  • Latihan meditasi yang rutin dilakukan akan memampukan kita untuk dengan lebih cepat menurunkan luapan emosi yang melanda.

Seru sekali kan. Karena itu lah, beberapa minggu ini saya juga ikutan praktek meditasi ini, caranya:
  • Dari hasil penelitian, untuk mendapatkan hasil maksimal dari meditasi, Bunda bisa berlatih meditasi selama 20 menit dalam satu sesi, 2 kali dalam sehari, selama 10 minggu.
  • Pola pernafasan yang bisa dilakukan: tarik nafas 4 detik, hembuskan 6 detik. Ini adalah pola standar, jika tidak nyaman, Bunda bisa sesuaikan. Minggu pertama berlatih, saya menggunakan pola ini, tarik napas 4 detik, dan hembus 6 detik, sekarang, masuk minggu 4 saya menggunakan pola tarik 5 detik dan hembus napas 7 detik, jadi dalam satu menit bernafas 5 kali. Yang perlu diingat mengenai pola ini adalah rasa nyaman, seharusnya Bunda merasa nyaman saat melakukan tarik dan hembus napas. Kalau merasa tidak nyaman, Bunda coba cari pola yang sesuai, bisa dengan menambah waktu saat menarik / mengeluarkan napas, bisa juga menambahnya. 
Oiya untuk mendaptakan hasil maksimal, disarankan untuk melakukannya selama 10 minggu, tapi mulai dari minggu 3, Bunda sudah bisa merasakan manfaatnya.
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.
Contact Us via Whatsapp