NaZaNWR6MGpaMGZ4NGJaNqt4NncsynIkynwdxn1c
Keluhan Guru TK di luar negeri

Keluhan Guru TK di luar negeri

Bunda pernah bertanya, "Apakah guru TK di luar negeri memiliki beban yang sama dengan kita, di Indonesia?"

Berikut adalah beberapa data yang saya temukan dari beberapa situs tentang TK di Amerika:


  1. Guru TK mengeluhkan bahwa banyak orang yang menganggap anak TK hanya belajar finger painting, alias hanya bermain saja.
  2. Guru TK merasakan bahwa tuntutan untuk anak TK di jaman ini lebih tinggi dibandingkan 20 tahun yang lalu. Ketika tuntutan terhadap pendidikan anak TK hanyalah pada pengenalan warna, pengenalan bunyi huruf dasar, dan bagaimana berhitung sampai 10.



  3. “Sekarang ini, anak TK bisa dibilang adalah anak kelas 1. Mereka melakukan penghitungan tambahan dan pembagian dasar, dan belajar membaca dan menulis kalimat lengkap.” Ujar seorang guru.
  4. Dari hasil penelitian memperlihatkan, bahwa mulai tahun 2010 mayoritas guru TK percaya bahwa anak anak seharusnya sudah bisa membaca di akhir tahun ajaran TK dan sudah bisa memegang pensil dengan benar saat masuk TK. Hal ini terutama semenjak Amerika menerapkan program “No Child Left Behind”.
  5. Dari pelaksanaan program "No Child Left Behind" terdata bahwa anak TK pada tahun 2010 lebih banyak melakukan tes standarisasi dibandingkan anak kelas 1 pada tahun 1998.

Wow. Datanya luar biasa ya.


Tidak kebayang harus melakukan banyak tes standarisasi lebih dari anak kelas 1. Apalagi kalau hasilnya rendah, wah bisa tambah kena beban dari orang tua.


Bagaimana menurut Bunda?


Komentar

Contact Us via Whatsapp