NaZaNWR6MGpaMGZ4NGJaNqt4NncsynIkynwdxn1c
Bagaimana Merencanakan Liburan yang Produktif

Bagaimana Merencanakan Liburan yang Produktif


“Liburan mau apa nanti nuel?” Tanya Pak Oyong ke saya.

“Wah ya ngga pake rencana Pak, namanya liburan, ya bebasin saja.”

Pak Oyong tersenyum, mencondongkan badannya ke depan dan berkata, “Gini Nuel, bedanya guru luar biasa sama guru yang biasa. Guru luar biasa kalau yang lain libur, dia mempersiapkan diri sehingga pas masuk dia sudah siap. Termasuk liburan tak berjadwalnya pun dia siapkan, mulai dari mau nonton film, mau jalan2, atau mau sesuka hati, semua sudah dialokasikan.”

Saya diam dan mengangguk, karena yang bilang hal ini adalah orang yang dalam tempo setahun mendapatkan kenaikan jabatan 3 kali di perusahaan dan saat itu dia memegang jabatan marketing yang meliputi seluruh propinsi di Indonesia. Jadi dia tahu persis bagaimana menjadi luar biasa.


Sejak saat itu setiap kali liburan saya berusaha untuk merencanakan liburan. Tidak selalu berhasil dengan baik sesuai rencana, tetapi setidaknya saya tahu apa yang akan saya lakukan dan sudah bersiap untuk semester selanjutnya. Dan hal ini membuat pikiran jadi tenang.

Berikut adalah beberapa langkah praktis yang biasanya saya lakukan untuk merencanakan liburan:

1. Melist waktu yang dimiliki. Berapa hari libur yang ada.

2. Melist kegiatan yang ingin dilakukan.

3. Melist persiapan untuk masuk.

4. Menjadwalkan waktu berdasarkan hari yang dimiliki dan kegiatan yang ingin dilakukan serta memasukkan persiapan semeser depan kedalam jadwal tersebut.

Hasil akhirnya bisa seperti berikut:

1. Waktu yang dimiliki = 10 hari.

2. Kegiatan yang ingin dilakukan = tidur sampai siang, nonton drama korea sepanjang hari, membaca buku, jalan – jalan ke pantai, ngganggur tidak melakukan apa – apa alias melamun.

3. Melist persiapan untuk masuk = Evaluasi semester lalu, Membuat folder di komputer untuk semester depan, membuat draft RPPH untuk 3 minggu, membuat RPPH minggu pertama lengkap dengan alat peraganya.

4. Menjadwalkan liburan:

hari 1-2= evaluasi semester lalu, membuat folder, membuat RPPH minggu 1 dan draft untuk 3 minggu.

hari 3-6 = bangun siang

hari 7 = nonton drama korea sepanjang hari

hari 8 = bangun siang dan baca buku

hari 9 = bangun pagi dan bebas mau melakukan apa yang muncul di hari itu, melamun.

hari 10 = bangun pagi seperti sekolah biasa, untuk adaptasi dan sepanjang hari bersama keluarga.

Waktu sangat fleksibel. Saat kita beri kebebasan dia akan berkembang dan dengan cepat memenuhi hari kita tanpa kita sadari.

Tapi saat kita membagi waktu seusai kegiatan yang kita inginkan, kita akan mendapatkan penggunaan waktu yang berarti dan bermanfaat.

Jadi apa yang Bunda pilih, waktu yang hilang tanpa disadari atau waktu yang berarti?

Salam hangat dari Denpasar.

Komentar

Contact Us via Whatsapp