NaZaNWR6MGpaMGZ4NGJaNqt4NncsynIkynwdxn1c
6 Cara Kilat Menulis Rapot

6 Cara Kilat Menulis Rapot

Blog 5 Cara Mudah Meningkatkan Keterampilan Menulis
menulis

Menulis rapot itu gampang – gampang susah.

Gampang, karena tiap semester kita membuatnya. Susah karena kita tetap pakai mikir dan kadang macet di tengah.

Tapi kita bisa menggunakan beberapa cara untuk membuat penulisan rapot sedikit lebih baik, dan lebih cepat. Berikut adalah 6 cara kilat menulis rapot:

  1. Masukkan data – data terkait biodata murid dan identitas sekolah serta data sejenis lainnya terlebih dahulu. Data seperti semester, tanggal tanda tangan, berat badan, tinggi badan,lingkar kepala dan data sejenisnya.
    Dengan memasukkan data ini kita menyiapkan diri kita untuk mode penulisan rapot.
  2. Kelompokan anak ke dalam 3 kategori. Maju, sedang, dan butuh dukungan.
    Hal ini akan membantu kita terutama dalam menyusun kalimat dan data. Kelompok anak yang maju, kalimatnya cenderung memiliki kesamaan, seperti: Ananda mahir, Ananda cakap, Ananda telah terbiasa, dll. Kelompok anak yang membutuhkan dukungan juga memiliki kesamaan berupa adanya kalimat untuk memperhalus adanya kebutuhan akan dukungan untuk semester selanjutnya. Seperti: Meskipun begitu, ananda masih membutuhkan bantuan untuk …., dll.
  3. Buat kalimat dukungan/pujian untuk masing masing anak.
    Buat satu dokumen word dengan nama anak. Dan buat kalimat pujian atau pengakuan atas kelebihan anak yang menonjol di semester ini. Bisa lebih dari 1. Kalimat ini bisa digunakan untuk menambahkan deskripsi sehingga lebih menggambarkan keseluruhan perkembangan anak.
  4. Masukkan data perkembangan ke dalam tiap rapot. Lakukan per kategori (maju, sedang dan butuh dukungan).
    Mulai dari Nilai agama dan moral, Bunda masukkan perkembangannya, masukkan dalam bentuk data atau anekdot. Jangan terlalu memikirkan susunan kalimatnya, ini akan dilakukan di langkah selanjutnya.
  5. Tambahkan kata dan kalimat untuk membentuk laporan yang lengkap.
    Pada langkah ini baru bunda susun data perkembangan anak dengan tambahan kata dan kalimat sehingga menjadi kalimat lengkap yang enak dibaca orang tua. Tidak usah terlalu sempurna, yang terpenting menjadi satu kelimat lengkap terlebih dahulu. Penyempurnaan kalimat akan dilakukan di langkah selanjutnya.
  6. Review kembali setiap deskripsi.
    Pada langkah ini Bunda baca kembali deskripsi tiap anak dan bisa hapus atau tambahkan kata dan kalimat untuk menyampaikan perkembangan anak dalam bentuk tulisan. Bunda juga bisa menambahkan data yang menurut Bunda perlu ada atau menghapus data yang menurut Bunda kurang pas.

Dengan membagi langkah menulis rapot kedalam 6 langkah ini, Bunda memberi otak kesempatan bekerja yang enak dan terpisah.

Maksudnya terpisah bagaimana mister?
Begini. Otak kita saat sedang mengevaluasi dan saat sedang membuat kalimat, itu menggunakan 2 mekanisme yang berbeda.

Jadi kalau kita bekerja membuat kalimat dan sekaligus mengedit (mengevaluasi) kita ibarat naik motor dengan menarik gas dan sekaligus menarik rem. Motornya jadi ajut ajutan, dan tidak lancar jalannya.

Dengan dasar pemikiran itu, kita memisahkan kegiatan membuat memasukkan data, membuat kalimat dan mengedit kalimat.

Saran saya setiap kali akan berganti pola kerja dari membuat ke mengedit atau sebaliknya Bunda luangkan waktu barang 10 menit atau lebih baik lagi setelah Bunda istirahat / tidur meskipun hanya 10 menit. Sehingga pemikiran kita dalam kondisi segar saat bekerja.

Selamat menulis rapot.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.
Contact Us via Whatsapp