Tutorial Blog bag 2


Broadcast materitk

Selasa, 7 Juli 2020 



Tutorial Blog bag 2








PENGANTAR BROADCAST


Halo selamat malam Bunda Yanda semua.


Selamat datang di broadcast materitk untuk Bunda Yanda yang baru pertama menerima broadcast ini.


Seperti biasa, setiap hari selasa materitk akan berbagi tips materi ICT.


Dan kita masih belajar menggunakan proyek membuat blog untuk menguasai kemampuan berbagi dengan menggunakan ICT.


Tanpa basa - basi lagi,kita langsung masuk ke materi broadcast hari ini.


Semangat.


materitk.






Tujuan / Goal

Membuat blog kelas yang berisi:

  •  Foto kegiatan kelas

  •  Video kegiatan kelas

  •  Dokumen administrasi kelas (RPPH/RPPM/ProSem dll)

  •  Catatan anekdot


Alat / Sarpras yang diperlukan

  •  Akun google (Gmail)

  •  Laptop

  •  Jaringan internet (kuota data)


Kemampuan dasar yang akan digunakan/pelajari

  1. Membuat blog

  2. Membuat postingan / artikel

  3. Memasukkan foto ke postingan

  4. Memasukan video ke postingan

  5. Menyimpan file ke google drive

  6. Mengatur “administrasi” file yang akan dimasukkan ke postingan

  7. Menyimpan link file admin ke postingan

  8. Cara menulis untuk blog


Kemampuan lanjut

  1. Membuat channel youtube

  2. Mengunggah video ke youtube

  3. Mengatur siapa yang bisa melihat video yang sudah diunggah

  4. Memasukkan video youtube ke postingan

  5. Menggunakan google photos untuk administrasi foto dan video di hp

  6. Memberi identitas pada orang di dalam foto untuk memudahkan pencarian

  7. Berbagi album / foto 


Manfaat untuk Bunda Yanda:

  • Blog menjadi tempat penyimpanan digital Bunda.
    Bunda bisa melihat foto dan video kegiatan, serta mengunduh file admin kelas.

  • Blog menjadi tempat refleksi Bunda.
    Bunda bisa melihat bagaimana Bunda berkembang. Dari tahun ke tahun Bunda bisa melihat pola pikir dan cara menghadapi masalah. Hal ini bisa Bunda lihat dari tulisan.

    Jangan kaget, kalau di masa depan, saat Bunda melihat kebelakang, dan Bunda berkomentar “Wah ternyata saya bisa tetap tenang juga dalam kondisi seperti itu ya.”
    Hal ini bisa terjadi, kalau kita merekam pikiran kita saat menghadapi kejadian di kelas melalui blog.

  • Blog menjadi portofolio pribadi Bunda.
    Saya yakin kedepannya, portofolio akan berubah dari tradisional, menggunakan kertas ke modern, menggunakan multimedia dan paperless.
    Dan ini bisa Bunda lakukan menggunakan blog.

Wah, jadi semangat kan Bunda semua. Saat yang lain masih berkutat persiapan masa kini. Bunda bersiap untuk masa depan.

Joss.


  1. Menyimpan file ke google drive

Masuk ke situs google drive

Kami akan tunjukkan 2 cara untuk masuk ke situs google drive.

  1. Mengetikkan alamat.

  2. Melalui halaman gmail 


Kita mulai dengan mengetikkan alamat url di www.drive.google.com








Maka Bunda akan menemuli layar berikut

  1. Berisi menu

  2. Menunjukkan apa yang ada di menu yang sedang dipilih saat itu. Dalam contoh menu yang dipilih adalah “MyDrive” dan yang ada di MyDrive adalah file dan folder, seperti yang terlihat di layar 2.

    Tampilan drive Bunda jelas akan berbeda, karena perbedaan file dan folder yang sudah disimpan di drive.










Sekarang kita akan mencoba cara masuk ke 2. Melalui tampilan gmail.


Bunda klik menu google (lihat gambar di atas), maka akan muncul pilihan berikut:

Bunda pilih drive, tampilan bisa berbeda, tapi gambar simbol drive tetap sama.

Setelah klik simbol drive, maka Bunda akan sampai di layar yang sama dengan layar yang menggunakan cara 1.

Semisal kita akan menyimpan file RPPH, dan kita sekaligus akan membuat folder ADMIN KELAS sebagai rumahnya.

Pertama kita buat folder terlebih dahulu.

Berikut caranya: Bunda klik “New”


Akan muncul jendela baru, Bunda klik “Folder”

Muncul permintaan nama folder, Bunda ketikkan nama folder yang akan Bunda buat, dalam contoh kita akan memberi nama ADMIN KELAS, setelah itu kita klik “Create”.


Dan foldernya jadi.

Sekarang kita akan memasukkan file dari komputer ke google drive, ke folder yang baru kita buat.


Caranya: kita masuk ke dalam folder yang akan kita gunakan. Dengan cara klik dua kali ke folder.


Maka akan terlihat layar berikut:

Tulisan di kotak merah adalah alamat folder, yaitu di My Drive, di dalam ADMIN KELAS.

Setelah kita berada di folder yang kita inginkan. Kita klik “New”

Klik “File upload”


Maka akan terbuka file explorer, kemudian Bunda temukan file yang akan diunggah, Bunda klik filenya, lalu klik open.




Maka proses pengunggahan file akan terlihat di gambar no 1, dan setelah selesai, file akan muncul seperti gambar no 2.

Melalui cara yang hampir sama, Bunda juga bisa mengunggah satu folder sekaligus.


Klik “New”, kemudian pilih “Folder upload”.

Semisal kita akan mengunggah file bernama “Dokumentasi 17 Agustus” ke Drive.

Bunda klik foldernya, dan klik “Upload”.


Jika muncul permintaan konfirmasi berikut, Bunda klik, “Upload”.





Dan akan muncul layar yang sama seperti saat kita mengunggah file.

Gambar 1 menunjukkan folder sudah berhasil di unggah.

Gambar 2 menunjukkan folder sudah di dalam folder ADMIN KELAS.








  1. Mengatur “administrasi” file yang akan dimasukkan ke postingan

Sekarang kita akan masuk ke kemampuan dasar selanjutnya.

Berbagi file.

Pertama kita pilih file yang akan kita bagikan.









Bunda klik kanan di file tersebut dan akan muncul pilihan berikut:

Kita bisa menggunakan dua pilihan tersebut: “Share” dan “Get shareable link”.












Tapi untuk contoh pertama kita akan gunakan fungsi “share”

 

Bunda memiliki 2 pilihan untuk membagi file.

  1. Menggunakan e-mail.

  2. Menggunakan link.











Untuk berbagi file dengan teman Bunda, dan Bunda sudah memiliki emailnya. Maka Bunda bisa menggunakan cara ini. Bunda klik dan ketikkan email teman Bunda di kotak.














Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Pastikan alamat email penerima nya betul.

  2. Centang kotak ini, untuk memberitahu pemilik email yang dituju.

  3. Ketik pesan untuk teman yang akan Bunda kirim filenya.

  4. Pastikan file yang akan dikirim adalah file yang Bunda maksud, jangan sampai salah kirim.








Kemudian kita akan atur bagaimana file tersebut bisa diakses teman Bunda.

Bunda klik tanda panah di “editor”.
















Bunda akan temui ada 3 pilihan:

Viewer: Artinya penerima email hanya bisa melihat file, membaca, tapi tidak bisa memberi komentar atau mengedit file tersebut secara langsung.


Commenter: Artinya penerima email bisa melihat file, dan memberi komentar pada file, tetapi tidak bisa mengubah file secara langsung.


Editor: Artinya penerima email bisa melihat file, memberi komentar, dan mengubah file secara langsung.


Maksudnya tidak bisa mengubah file secara langsung bagaimana mister?


Maksudnya, penerima email, kalau membutuhkan, akan bisa menggandakan file bunda dan mengedit file copy-annya tersebut. Tetapi bukan file asli milik Bunda.


Kapan Bunda menggunakan fungsi “viewer”?

Saat Bunda hanya akan memberi contoh seperti apa file yang Bunda buat. Bunda pilih fungsi “Viewer”.


Kapan Bunda menggunakan fungsi “Commenter”?

Saat Bunda akan meminta masukan dari rekan Bunda terhadap file Bunda. Bunda menggunakan fungsi “Commenter”.


Kapan Bunda menggunakan fungsi “Editor”. Saat Bunda akan bekerja sama bersama teman Bunda menyelesaikan satu proyek. Misalnya membuat RPPH. Bunda kelas A1, dan rekan Bunda kelas A2, bersama sama membuat RPPH, Bunda kebagian hari Senin sampai Rabu, dan teman Bunda kebagian hari Kamis dan Jumat, maka Bunda bisa membagi file RPHH yang dibuat dengan fungsi “Editor”.


Dalam contoh ini kami akan menggunakan fungsi “Commenter”.

Bunda klik “Commenter” dan klik “Send”


Setelah terkirim, Bunda akan temui pemberitahuan di kiri bawah berikut:





Teman Bunda akan melihat ada email masuk dari Bunda, seperti berikut:


Teman Bunda perlu klik “Open” untuk mengakses file yang Bunda bagikan.







Karena kita menggunakan file office word (docx) sementara google menggunakan file google doc, maka butuh sedikit penyesuaian.


Dan per hari saat tutorial ini dibuat (Sabtu, 4 Juli 2020) Google docs sudah meningkatkan kemampuannya, sehingga kita bisa langsung mengedit dan memberi komentar di google docs.

Bunda klik “try it now” atau “open with google docs” .

Di titik ini kami temukan celah keamanan, dimana email yang kami beri akses hanya untuk memberi komentar, ternyata bisa mengubah file secara langsung.


Sepertinya fungsi ini belum sempurna.

Jadi saran kami, kalau Bunda ingin membagi file dengan fungsi “commenter” Bunda ubah file Bunda menjadi file google docs terlebih dahulu.

Caranya, Bunda buka terlebih dahulu file Bunda.

Bunda klik dua kali di file yang akan diubah, untuk membukanya.

Dalam contoh nama filenya adalah: 

RPPH M06 TK A 2018-2019 .docx

Akhiran .docx menandakan bahwa ini adalah file yang dibuat menggunakan office word 2010 keatas.

Setelah di klik 2 kali, akan terbuka jendela baru:





Bunda ke menu bar, dan klik file


Bunda klik, “save as google docs” 






Maka Google akan membuat copy file Bunda dalam bentuk google docs


Setelah prosesnya selesai, akan terbuka jendela baru berisi file Bunda dalam format Google Docs






Bunda bisa melihat di google drive Bunda, sekarang ada 2 file yang sama, tapi dalam format yang berbeda.

Satu dalam format office word, satunya lagi dalam format google docs.


Sekarang kita lihat perbedaan file docx dan file google docs. 

Alat yang dimiliki saat kita membuka file google docs lebih banyak, jadi kita lebih leluasa untuk mengedit file docs.


“Kalau kita mau membuka di laptop windows bagaimana Mister? Apa nanti jadi masalah tuh, kan beda jenis filenya.”


Kalau Bunda ingin membuka di laptop yang menggunakan windows, Bunda tinggal mengunduhnya dalam bentuk word.


Mudah sekali, Bunda tinggal klik file 


Bunda pilih download, kemudian akan muncul banyak jenis file yang Bunda bisa pilih.
Dalam hal ini Bunda pilih microsoft word (.docx).

Maka akan terbuka jendela file explorer untuk Bunda menentukan dimana Bunda akan menyimpan file tersebut (gambar no 1), dan dengan menggunakan nama apa (gambar no 2), baru kemudian Bunda klik “save”.


Dan sekarang Bunda sudah memiliki filenya di komputer Bunda:

Mudah kan.


Lanjut ke 

berbagi link file google docs untuk mengerjakan tugas bersama teman.

Setelah kita mengubah file kita ke google docs kita bisa mengerjakan file tersebut bersama rekan kita dengan menggunakan laptop yang berbeda dari tempat yang berbeda.


Contoh penggunaan.
Bunda Rini mengerjakan RPPH hari senin sampai rabu dari kelas A2.

Sementara Bunda Ayu mengerjakan RPPH hari Kamis Jumat dari ruang guru.


Pertama Bunda buka lokasi filenya

Klik kanan pada file google docs yang Bunda akan kerjakan


Pastikan Bunda klik fle google docs, yaitu yang tanpa akhiran --.docx


Setelah Bunda klik kanan maka akan muncul jendela pilihan berikut

Kita punya dua pilihan yaitu menggunakan “Share” dan “Get shareable link”.


Kita sudah bahas yang menggunakan “share” sekarang kita akan menggunakan pilihan “Get shareable link”


Bunda klik “Get shareable link”

Dan Bunda akan melihat layar berikut:


Mirip dengan pilihan “share” kan.

Bedanya di pilihan “Share” ada opsi untuk membagikan lewat email. Sedang di “Get shareable link” hanya ada pilihan menggunakan link. 

Sesuai nama pilihannya.


Bunda klik “Restrictied”

Bunda klik “Anyone with the link”


Bunda klik “Viewer”


Bunda akan melihat ada 3 pilihan:

Viewer: Artinya orang yang menggunakan link hanya bisa melihat file, membaca, tapi tidak bisa memberi komentar atau mengedit file tersebut secara langsung.


Commenter: Artinya orang yang menggunakan link bisa melihat file, dan memberi komentar pada file, tetapi tidak bisa mengubah file secara langsung.


Editor: Artinya orang yang menggunakan link bisa melihat file, memberi komentar, dan mengubah file secara langsung.


Karena dalam contoh kita akan bekerja membuat RPPH bersama rekan kita. Maka kita pilih “Editor”

Bunda pastikan nomer 1 ada pada pilihan editor (gambar 1).


Gambar no 2 adalah linknya.

Bunda gunakan gambar no 3 (copy link) untuk copy link yang bisa Bunda kirimkan ke rekan Bunda menggunakan wa atau sms atau alat komunikasi lainnya.


Setelah Bunda klik “copy link”, maka akan terlihat tulisan “link copied”.


Semisal Bunda kirimkan melalui wa:

Kemudian saat teman Bunda klik link tersebut, teman Bunda akan melihat seperti ini:


Bunda melihat kotak merah?

Itu adalah tandanya ada orang lain yang membuka file pada saat yang bersamaan dengan Bunda.


Kalau saat membukanya, teman Bunda sudah sign in ke google, maka Bunda akan bisa melihat identitasnya.


Saat Bunda letakkan kursor Bunda di kotak merah (gambar atas), maka Bunda bisa melihat identitas dan pilihan untuk berkomunikasi dengan teman Bunda tersebut.

Ada pilihan pesan (gambar bawah no 2) dan video call (gambar bawah no 3)

Jadi semisal ada hal yang tidak jelas di RPPHnya, Bunda bisa langsung video call dengan teman Bunda hanya dengan klik simbol di gambar 3 (atas).


Kita tidak akan bahas video call pada tutorial kali ini.

Untuk keperluan Blog, kita akan menyimpan RPPH kita supaya bisa dilihat di blog kita.

Menampilkan RPPH ke Blog


Berikut caranya:

Bunda buka RPPH yang akan diperlihatkan di blog Bunda.

Klik “file”


Bunda pilih “publish to the web”

Bunda klik “Publish”


Klik “Ok” pada jendela konfirmasi yang muncul (lihat gambar di bawah):




Akan terlihat layar berikut:



Bunda klik “Embed” dan klik kotak link (lihat gambar no 2 di bawah)

Sesuai instruksi yang muncul, Bunda bisa mengcopy link dengan klik tombol ctrl+c di keyboard laptop Bunda.

Setelah mendapatkan link “embed”nya kita akan membuat postingan blog yang berisi RPPH kita.

Kita buka blogger.com

Bunda klik tanda + di kanan bawah monitor:

Muncul layar postingan yang masih kosong berikut:







Kita beri judul dan pengantar terlebih dahulu:


Kemudian kita akan tanam / “embed” RPPH kita ke postingan dengan cara berikut:


Klik tanda <> di kanan atas monitor:


Dan tampilan postingan Bunda akan berubah menjadi tampilan hmtl berikut:

Tenang, kita hanya menambahkan sedikit tulisan saja di sini.

Pertama kita klik di bagian akhir tulisan sehingga kursor berada di bagian paling belakang. 

Lalu Bunda klik enter untuk membuat baris kode baru. Baris 2, lihat gambar di bawah:

Bunda paste kan code “embed” yang tadi kita sudah copy disini.

Kalau Bunda kehilangan copy “embed”nya Bunda bisa kembali ke file RPPH dan klik file-Publish to the web


Dan Bunda tinggal copy lagi linknya




Kembali ke blogger.

Sekarang kita akan lihat previewnya:

Klik simbol mata (lihat gambar di bawah)

Akan terlihat berikut:

Saya menggunakan preview desktop, dan terlihat kita berhasil memasukkan tampilan RPPH.


Hanya saja ukurannya terlalu kecil. Jadi kita akan menambahkan aturan lebar dan tinggi ke postingan kita.


Bunda tutup previewnya dan kita kembali ke layar editor blogger:


Kita akan tambahkan aturan berikut:

"Width” dan “height” (Warna hanya untuk memudahkan membedakan dengan baris html lainnya)


Ke link “embed” yang kita sudah tanam ke postingan kita.


Dari semula link embednya hanya:

<iframe src="https://docs.google.com/document/d/e/2PACX-1vQ2u3f6L2CPmwAuaY0A2KKLSWBdnwhifoLHAVlSnFbT0KbI_ndrVxN9zsWcq_tmyqX7jG54hMYGjjvD/pub?embedded=true"></iframe>



Kita tambahi jadi:

<iframe width= “100%” height=”700” src="https://docs.google.com/document/d/e/2PACX-1vQ2u3f6L2CPmwAuaY0A2KKLSWBdnwhifoLHAVlSnFbT0KbI_ndrVxN9zsWcq_tmyqX7jG54hMYGjjvD/pub?embedded=true"></iframe>


Angka yang digunakan di sini kita sesuaikan dengan tampilan yang kita inginkan.

Untuk width (lebar) saya biasanya buat 100% sehingga RPPH-nya bisa terlihat semua.


Tapi untuk height (tinggi) kita tidak bisa membuat 100%. Jadi kita buat dengan kira - kira. Biasanya diantara angka 600 sampai 700.


Kita coba dengan 700 terlebih dahulu:


Kita klik simbol mata untuk melihat previewnya.

Kita klik simbol monitor untuk melihat tampilan desktopnya:










Hasilnya terlihat:

Lebar (widht)nya sudah pas, tinggal tingginya yang belum pas.


Sekarang kita coba dengan height 900






Terlihat hasilnya sebagai berikut:

Sedikit terlalu tinggi, tetapi tidak masalah, justru pembaca jadi tahu bahwa ada halaman selanjutnya.


Kalau Bunda masih ingin menambahkan kata - kata di postingan, Bunda bisa kembali ke tampilan editor biasa dengan klik simbol html (<>) lihat gambar 1 dibawah.

Jika sudah yakin, Bunda bisa publikasikan postingan Bunda dengan klik gambar 2.

Sampai tahap ini Bunda sudah bisa membuat postingan blog, dan memperlihatkan file RPPH Bunda ke dalam postingan.


Sekarang kita akan belajar berbagi file di blog, supaya pengunjung blog yang datang bisa mengcopy file yang kita bagikan.


Caranya: kita akan menggunakan “Get shareable link” dengan pilihan “viewer”


Dalam contoh kita ingin berbagi RPPH yang sudah kita tunjukkan, supaya pengunjung blog bisa menggandakan dan mengedit file tersebut.

Berbagi file yang bisa diunduh

Kita buka folder google drive tempat file yang ingin kita bagikan berada.

Dalam contoh, kami menggunakan file RPPH yang ada di folder ADMIN KELAS

Kita klik 2 kali foldernya dan akan terlihat file yang berada di dalam folder.

Bunda masih ingat caranya untuk mendapatkan link yang bisa dibagikan kan?


Kita klik kanan di file yang akan kita bagikan. Klik “Get Shareable link”







Bunda pastikan beberapa hal berikut sebelum copy linknya:

  1. Bukan restricted/dibatasi, tetapi “Anyone with the link”.

  2. Pilihan “Viewer” yang dipilih.

  3. Setelah semua sudah pas, Bunda baru copy linknya.


Dalam contoh ini kita akan letakkan link file ini di postingan yang tadi sudah kita buat, yang berisi RPPH.








Kita buka blogger.com

Pastikan Bunda berada di tampilan menu (gambar 1) lalu Bunda arahkan kursor (penanda lokasi mouse) ke postingan blog yang akan diedit (gambar no 2)


Saat Bunda meletakkan kursor di atas postingan blog, maka tampilannya akan terlihat seperti berikut:

Bunda klik “revert to draft” atau “mengembalikan ke draft” untuk membuat postingan kembali menjadi draft dan bisa kita edit.




Setelah Bunda klik “Revert to draft” maka tampilan blog akan berubah menjadi berikut:

Sekarang kita bisa edit postingan tersebut dengan klik 1 kali di postingan.

Dan terlihat tampilan editornya masih dalam bentuk html (gambar 1)

Untuk mengubahnya menjadi tampilan editor yang standar, kita klik simbol pada gambar 2 (gambar di atas) 

Dan tampilannya akan menjadi:


Sekarang kita tinggal memasukan link file ke dalam postingan.


Semisal Bunda akan menambahkan kalimat berikut:

Untuk Bunda yang ingin menggunakan RPPH tersebut. Bunda bisa klik link ini untuk membuka file RPPH dan mengunduhnya.


Semoga bermanfaat ya.


Dan kita akan menanam linknya di kata “link ini”


Pertama kita ketik terlebih dahulu kalimat tersebut ke dalam postingan


Kemudian Bunda block kata “link ini”

Kemudian kita akan masukkan link file dengan klik simbol linl (lihat gambar di bawah)


Bunda pilih “Create/Edit URL”




Bunda tempelkan link ke dalam kotak (lihat gambar bawah)


Untuk mengatur supaya saat di klik, link-nya membuka jendela baru sehingga memudahkan pengunjung untuk kembali ke blog, kita atur dengan cara:

Scroll ke bawah, dan Bunda centang pilihan “Open this link in a new window” 

Kemudian Bunda klik “Ok”.








Bunda bisa lihat tampilan previewnya sebelum dipublish, untuk memastikan semua ok.



Kalau sudah ok, Bunda tinggal klik “Publish”.

Dan Bunda sudah memiliki kemampuan dasar untuk blogging.


Sekarang tinggal praktek Bunda.


Tapi materi masih lanjut.

Sekarang materitk akan berbagi Tips menulis untuk blog.




Tips Menulis Untuk Blog


Menulis untuk diri sendiri:

jangan terbebani dengan pikiran "Akan ada banyak orang yang membaca blog ini, saya harus menulis yang bagus, malu kalau tulisan saya jelek.

Tenang, fokus pada menulis untuk diri sendiri.


Tuliskan apa yang menjadi kesukaan / passion Bunda Yanda

Bunda suka bercocok tanam. Tuliskan tentang itu di blog Bunda juga.

Jadi Blog Bunda menjadi tempat yang personal dan memiliki karakteristik Bunda.


Konsisten

Konsisten, tentukan seminggu akan berapa kali Bunda menulis di blog. Atau sebulan berapa kali.


Ini bisa menjadi tantangan untuk kita yang baru mulai. 

Bunda bisa membuat goal berapa kali akan menulis di blog Bunda, dan saling sharing dengan teman Bunda yang sama - sama memilki blog.


Ide 1. Bunda bisa memberi tema pada salah satu hari dalam satu minggu. Semisal, sabtu kreasi, dimana Bunda membuat postingan blog tentang kreativitas untuk anak setiap hari sabtu.


Ide 2. Milki satu buku/aplikasi/tempat dimana Bunda bisa mencatat ide topik yang bisa dikembangkan menjadi tulisan blog.


Ide 3. Luangkan waktu untuk menulis setiap hari.

Tidak setiap tulisan kita, kita publikasikan untuk dibaca orang lain. Tapi setiap kali kita menulis, kita meningkatkan kemampuan kita. Minimal kemampuan menyalurkan apa yang ada di kepala ke bentuk tulisan.


Bersambung…

Kemampuan selanjutnya akan diteruskan hari selasa minggu depan.


Selamat Bunda telah menyelesaikan membaca broadcast ini.


Jika Bunda merasa broadcast ini berguna.

Mohon bantuannya untuk membagikan broadcast ini ke sesama rekan guru, sehingga lebih banyak guru yang terbantu.



Bagi Bunda yang belum bergabung dalam broadcast wa materitk.com 


Bunda bisa klik link dibawah untuk mendapatkan broadcast seperti ini langsung ke WA Bunda pribadi,  yang terbit setiap selasa dan jumat, gratis.

 

https://bit.ly/maubroadcast

https://bit.ly/maubroadcast


Salam hangat dari Denpasar.

Bunda ingin menyimpan artikel diatas dalam bentuk pdf?

Klik link dibawah



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tema Diri Sendiri

Membuat Video Untuk Home Learning