Saat Terlalu Banyak Seminar dan Kursus Bagus

Pernahkan anda merasakan hal tersebut.


Rasanya ingin punya lebih banyak waktu dalam sehari.
Begitu banyak webinar dan kursus bagus. Gratis lagi.

Anda pun mendaftar semua webinar yang muncul dalam wa dan facebook anda.

Tetapi kemudian anda menyadari, bahwa anda tidak memiliki waktu untuk semua webinar dan kursus yang anda ikuti.

Ini terjadi pada semua orang.

Saya juga.


Saat awal pandemi Corona, banyak kursus online yang memberikan kelasnya gratis.

Sayapun mencari tahu kebenaran berita tersebut.

dan saya temukan ada puluhan kursus sangat bagus. Di berikan oleh universitas top dunia. Dengan peserta mencapai ribuan dari seluruh pelosok bumi.

Tidak mungkin salah lagi, ini pasti kursus - kursus yang bagus."Pikir saya."

8 kursus saya ikuti.
Mulai dari Cara belajar. Ini pasti bagus,jadi saya akan bisa belajar dengan optimal dalam waktu yang lebih singkat. Saya juga bisa membagikan ini ke guru guru melalui Broadcast wa nanti.

Bagaimana mencapai kesuksesan.
Kursus sukses yang dalam kerangkan ilmiah. Wah ini jarang ada. Pengamatan ilmiah akan bagaimana seseorang mencapai kesuksesan dalam hidup. Pasti daging, dan tidak jualan kecap. Daftar.

Pengenalan Fisiologi Tubuh Manusia.
Ini penting. Kalau ingin berhasil dalam hidup. Menjadi berkat untuk banyak orang, kita harus hidup sehat. Daftar.


Polanya sama. Saya memiliki semua alasan baik dan positif untuk ikut kursus - kursus tersebut.

Dua minggu berjalan. Dan saya tidak bisa mengikuti jadwal semua kursus tersebut.

7 dari 8 kursus yang saya ikuti, saya batalkan.
Dan satu kursus yang saya kira akan bisa saya selesaikan, juga tidak selesai.

Di sisi lain.
Seorang teman dari Spanyol terjebak di Indonesia.
Tidak bisa pulang ke Spanyol karena penerbangan dari dan keluar negeri ditutup.

Namanya Elfin.
Orang Belanda yang memiliki darah Indonesia dan sekarang menjadi warga negara spanyol.

Minggu lalu Elfin mulai aktif belajar bahasa indonesia dengan saya.

Elfin sudah pensiun, jadi dia memiliki banyak waktu yang bisa digunakan.

Tetapi saya lihat Elfin hanya melakukan 2 kegiatan saja.

1. Menulis buku. Ia sedang menulis buku biografi tentang keluarganya.
2. Belajar bahasa Indonesia.
Elfin menulis buku tentang keluarganya yang nota bene berbahasa Indonesia, sehingga ia merasa perlu menguasai bahasa Indonesia sehingga bisa lebih mendalami percakapan dengan keluarganya.

Dalam interaksi kursus, terlihat bagaimana perkembangan Elfin sangat bagus.

Saya melihat perkembangan belajar / kursus saya dan saya belajar sesuatu.


Sepertinya saya salah dalam memandang kehidupan.

Kehidupan sekarang sudah berubah.

Jaman dulu banyak penduduk kekurangan makanan. Sehingga tidak heran kalau kita mendengar orang meninggal karena kelaparan atau kurang gizi.

Jaman sekarang, kita tidak heran kalau mendengar orang meninggal karena penyakit gula, serangan jantung, yang kebanyakan disebabkan pola makan.

Jaman dulu informasi sangat sulit didapatkan. Kita hanya bisa mendapatkannya melalui buku, televisi. Dan itupun melalui penyaringan penerbit dan pembaharuan isinya juga sangat lama.
Saya masih ingat, tahun 90 an. Butuh sekitar 2 tahun untuk hasil penelitian sampai ke tangan kita dalam bentuk buku.

Sekarang.
Detik ini terjadi gempa di ujung bumi.
Kita bisa mengetahuinya dalam kurun waktu kurang dari 1 jam.
Saya bahkan mendapatkan informasi tentang gelombang gravitasi lebih cepat dari Mark Zuckerberg (terlihat dari data waktu sharing fb)

Permasalahan kehidupan jaman ini bergeser.

Bukan lagi bagaimana mendapatkan makanan.
Tetapi pada memilih makanan mana yang bagus untuk kesehatan kita.

Bukan lagi bagaimana mendapatkan informasi / seminar / kursus.

Tetapi pada informasi / seminar / kursus mana yang bagus untuk kita.

Untuk memudahkan Bunda, berikut saya sertakan seperangkat pertanyaan yang bisa Bunda gunakan untuk memandu Bunda dalam memiliki kursus atau seminar.

1. Informasi atau kemampuan apa yang akan saya dapatkan setelah mengikuti kursus ini?
2. Apakah kemampuan atau informasi ini berguna secara langsung untuk tugas saya dalam 3 bulan kedepan?
3. Apakah selama ini saya kesulitan melakukan tugas tersebut? Seberapa tingkat kesulitan saya melakukan tugas tersebut tanpa kemampuan yang akan didapatkan dalam kursus? 
4. Apakah ada cara lain untuk saya mendapatkan informasi atau kemampuan ini dengan lebih cepat?

Semisal anda melihat informasi 

kursus photoshop untuk pemula.
dalam 72 jam dijamin bisa.

Saya menggunakan 4 panduan pertanyaan tersebut sebagai berikut:

1. Saya akan mendapatkan kemampuan mengedit gambar sesuai keinginan saya.
2. Ya, saya akan bisa membuat lembar kerja dengan mudah. Setiap minggu saya membuat lembar kerja untuk anak.
3. Tidak, saya masih bisa membuat lembar kerja dengan modal cari gambar di google, mengeditnya menggunakan powerpoint dan paint.net. Dan lagi, laptop saya tidak kuat untuk install photoshop.

dan di nomer 3 ini saja, saya sudah tahu jawabannya.
Bahwa kursus ini bisa saya lewatkan.

Dengan jalan demikian kita akan memiliki waktu lebih untuk melakukan hal - hal yang memang penting untuk mendukung tugas kita sebagai guru.







Komentar

  1. Iyya benar sekali Mr..kita harus selektif dalam memilih kursus/diklat yang sesuai supay lebih terfokus dan lbh memahami materinya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tema Diri Sendiri

Membuat Video Untuk Home Learning