Solusi Membagikan Rapor di tengah Pandemi Corona

Minggu - minggu kedepan Bunda akan mulai disibukkan dengan pembuatan rapor, dan pembagiannya.
Terkait hal tersebut, www.materitk.com memiliki beberapa contoh rapor yang bisa Bunda akses di laman ini.

File tersebut saya dapatkan dari beberapa group wa guru TK, jika Bunda memiliki file rapor, dan ingin menambahkan file tersebut untuk bisa menjadi bantuan bagi sesama guru TK, Bunda bisa mengirimkan file BUnda ke email materitk@gmail.com atau wa ke materitk di +62 821-4492-5262.

Pilihan Terkait Pembagian Rapor di tengah Pandemi Corona

Penularan virus yang begitu cepat membuat pemerintah dan sekolah melakukan study from home. Secara khusus beberapa pemerintah daerah bahkan membuat peraturan daerah untuk melarang berkumpulnya orang dalam jumlah banyak.

Hal ini juga berpengaruh terhadap sekolah, terutama dalam hal pembagian rapor.
Kalau sekolah memaksa membagikan rapor seperti biasa yang menyebabkan kerumunan orang banyak dalam waktu dan tempat yang sama, ini akan melanggar peraturan daerah.

Untuk itu ada beberapa solusi untuk sekolah terkait pembagian rapor kali ini. 

Goalnya adalah memberikan laporan perkembangan anak kepada orang tua.
Tantangannya adalah melakukannya tanpa membuat kumpulan orang dalam jumlah banyak.

Solusi 1. Memberikan laporan dalam bentuk digital. 

Melalui email atau wa.
Beberapa sekolah ada yang membuat rapornya dalam bentuk ketikan yang hasil akhirnya akan diprint. Hal ini tentu tidak masalah untuk mereka, tinggal mengubah bentuk dari word ke pdf dan membagikannya ke orang tua melalui wa atau email. Dan menyimpan print fisiknya di sekolah  untuk dibagikan nanti setelah pandemi berakhir.
Untuk sekolah yang membuat rapor dalam bentuk tertulis, Bunda bisa scan / foto  rapor tulisan Bunda dan mengirimkan hasil scannya dalam bentuk pdf atau jpg/png ke email atau wa orang tua.

2. Memberikan laporan dalam bentuk fisik, seperti biasa. 

Bunda tetap membagikan rapor fisik seperti biasa. Tetapi menjadwalkan kedatangan orang tua, sehingga orang tua datang hanya pada jam yang dijadwalkan, sehingga tidak menumpuk.
Semisal, jam 8:00 sampai jam 8:30 dijadwalkan untuk 10 orang tua, dengan penempatan kursi untuk antri sesuai anjuran pemerintah, ada jarak minimal 2 meter.
30 menit selanjutnya 10 orang tua lagi. Dan seterusnya.

3. Solusi 3. Gabungan solusi 1 dan 2.

Orang tua dikirim rapor dalam bentuk digital, dan untuk orang tua yang ingin mengambil rapor bisa dilakukan dengan menghubungi sekolah, dimana sekolah akan memberi jatah pengambilan 10 orang tua dalam 30 menitnya dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang.

Dengan melakukan ketiga solusi tersebut, sekolah tetap melakukan kewajibannya untuk memberikan laporan perkembangan anak kepada orang tua. Dan pada saat yang bersamaan, sekolah juga mengikuti aturan dari pemerintah daerah.

Bagaimana dengan sekolah Bunda.
Solusi mana yang dipakai?

Terima kasih, dan salam hangat dari Denpasar.
Mister Nuel.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tema Diri Sendiri

Membuat Video Untuk Home Learning