Cara Mengetahui Aman Tidaknya Aktivitas di Internet


Ini aman kan?
apa itu aman?

aman dari pembobolan kartu kredit?
Aman dari pencurian identitas?
Aman dari cyber bullying?
Aman dari pencurian hasil karya?

Jadi pertanyaan "ini aman kan?" saja masih belum jelas.

Tapi mumpung masih dalam rangka work from home, yang membuat kita semua bekerja menggunakan internet, ada baiknya kita melihat kembali apa itu aman di internet.

Aman dari pembobolan kartu kredit/debit

Pertama. Bank sebagai penyedia jasa keuangan tentu sangat memperhatikan tingkat keamanan yang digunakan.

Mereka jelas tidak mau kehilangan nama baik karena kebobolan. Apa ini berarti Bank tidak mungkin dibobol?

Mungkin saja, tetapi membobol jaringan Bank membutuhkan kemampuan yang hanya dimiliki oleh sebagian kecil orang. Dan tidak semudah itu bisa membobol dari kejauhan.

Paling memungkinkan adalah pembobol akan mencegat data dari gadget pengguna sebelum di kirim ke server bank dan menggunakannya untuk mendapatkan password dan data unik pengguna lainnya.

Ini bisa terjadi terutama kalau kita menggunakan wifi di tempat umum dan atau pembobol sudah berhasil menanam aplikasi yang mencatat semua ketikan dilayar hp yang kemudian akan mengirim hasil catatan tersebut ke email pembobol.

Saran: 

saat akan melakukan transaksi keuangan, gunakan jaringan internet pribadi.
Saat akan menginstal aplikasi perhatikan ijin yang Bunda berikan ke aplikasi tersebut.

Aman dari pencurian identitas

Ini masih belum mantap banget di negara kita. Undang - undang perlindungan data pribadi setahu saya masih belum di teken DPR dan pemerintah.

Jadi kalaupun identitas kita di ambil orang lain, kita hanya bisa menggunakan pasan penipuan dan pencemaran nama baik atau pasal lainnya yang sebenarnya kurang mengena.

Jadi mau tidak mau kita harus berusaha sebaik - baiknya untuk mencegah hal ini terjadi.

Pencurian identitas terutama banyak terjadi di media sosial.
paling sering, ada orang lain yang membuat akun baru dengan nama, foto, dan detail pribadi lainnya milik kita dan menggunakannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi (keuangan ) dan atau untuk menjelekkan nama baik kita.

Saran pencegahan:

Batasi penyebaran data pribadi kita seperti tempat kerja, foto KTP, alamat email, nomer hp dll.
Pastikan setting media sosial Bunda membatasi data pribadi hanya bisa diakses oleh Bunda sendiri.

Tapi saya lihat mister nuel memberikan nomer hp dan alamat emailnya di banyak artikel, bagaimana penjelasannya itu mister?

Kalau itu karena memang tujuan saya untuk membantu guru - guru, jadi saya sengaja memberikan alamat email dan nomer hp. Jadi Bunda bisa lebih mudah menghubungi. Tapi saya juga sadar resikonya, jadi saya mengambil satu langkah keamanan lagi untuk memastikan email  aman, yaitu dengan mengaktifkan keamanan dua langkah.

Aman Dari Cyber Bullying

Cyber bullying atau perundungan di internet bukan hanya terjadi pada remaja dan anak - anak saja. Orang dewasa juga mengalaminya.
Contoh yang terjadi: Gitu saja nggak ngerti, gxblxk banget sih!
dan kalimat semacamnya. Hal ini terjadi karena di internet kita tidak melihat lawan bicara kita, sehingga kita cenderung berkata sesuka hati bahkan kadang kehilangan kontrol.

Untuk hal ini saran saya Bunda sampaikan permintaan Bunda supaya lawan bicara menghentikan tindakannya dan jangan lupa untuk screenshot percakapan tersebut. Hal ini untuk berjaga - jaga jika keadaan meningkat sampai ke pengadilan.
Jika Bunda merasa perundungan masih berlangsung meski Bunda sudah  mengingatkan, tinggalkan saja media tersebut dan tenangkan pikiran, untuk memutuskan langkah apa yang akan Bunda ambil.

Ingat, negara kita adalah negara hukum. Saat ada masalah yang tidak bisa diselesaikan baik - baik kita bisa angkat ke pengadilan.

Saya sih berharap ini tidak sampai terjadi.
Tapi kadang kita perlu mengalami hal ini supaya sadar bahwa apa yang kita lakukan di internet mempengaruhi orang lain.

Saya ingat, satu malam dibangunkan oleh teman yang meminta ditemani ke kantor polisi karena dia dilaporkan teman baiknya dengan menggunakan pasal perbuatan tidak menyenangkan.

Sangat merepotkan. Sampai - sampai kami harus memanggil tetua adat  yang kebetulan sedang berkunjung di salatiga untuk menengahi masalah itu.

Aman dari pencurian hasil karya

ini yang agak susah.
Terutama hasil karya dalam bentuk tulisan di media sosial. Karena sering terjadi orang yang ingin terkenal dan kemudian menyalin tulisan orang lain dan diklaim sebagai miliknya.

Saran saya: 

bagikan saja tulisan Bunda dengan gratis. Karena saya percaya ekonomi masa depan itu dibangun atas dasar ekonomi terima kasih . Yaitu bagaimana kita bisa memberikan talenta kita untuk orang lain, dan kemudian dari sana kita bisa mendapatkan timbal balik ekonomi.

Contoh: Bunda menulis tulisan perkembangan anak yang bagus dan berguna untuk sesama guru, Bunda bagikan di facebook dan instagram Bunda. Setelah 1 tahun Bunda akan banyak di kenal sebagai pakar dalam bidang perkembangan anak.

Hasilnya Bunda bisa menulis buku dan akan banyak yang membeli, Bunda akan bisa diundang di beberapa sekolah untuk memberikan pelatihan. Bunda bisa membuat kursus online untuk guru dan orang tua murid untuk memahami bagaimana perkembangan anak yang ideal.

Jadi dalam hal ini kembali ke apa yang Bunda pegang sebagai panduan.


 Terima kasih, dan salam hangat dari Denpasar.
Mister Nuel.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tema Diri Sendiri

Membuat Video Untuk Home Learning