Arsitektur Otak

Artikel ini adalah pemahaman bebas dan sederhana dari artikel Brain Architecture  dari Harvard.
Untuk mendapatkan manfaat dan pengertian sepenuhnya Bunda bisa berkunjung langsung ke situs tersebut disini.

Usia dini adalah masa yang sangat baik untuk perkembangan otak anak.


Pertumbuhan otak secara alami, yang didasarkan pada informasi DNA, ditambah dengan pengalaman yang mereka alami di usia dini, menghasilkan perkembangan arsitektur otak anak.

Ingat nature dan nurture. Keduanya berpengaruh.

Ibarat rumah, perkembangan ini menjadi pondasi yang memberikan landasan bagi semua pembelajaran, tingkah laku dan kesehatan anak di masa depan.

Pondasi yang kuat membuat rumah menjadi bangunan yang kokoh dan siap menghadapi perubahan cuaca dan suhu.

Dengan perumpamaan itu, kita bisa melihat bahwa pengalaman yang mendukung perkembangan arsitektur otak anak di usia dini dapat memberikan pondasi arsitektur otak yang kuat dan memberi efek positif hingga usia dewasa mereka.

Sayangnya hal ini juga berlaku sebaliknya.

Oleh karena itulah kita sebagai pendidik anak usia dini memiliki peran yang sangat penting. Yaitu memberikan pondasi arsitektur otak anak yang akan memampukan anak berkembang dengan baik dan siap menghadapi berbagai tantangan di usia dewasa mereka.

Otak berkembang seiring waktu. Dibangun melalui proses yang berkelanjutan, yang dimulai sebelum lahir dan terus berlangsung hingga dewasa.

Koneksi dan keterampilan saraf yang lebih sederhana terbentuk terlebih dahulu, diikuti oleh sirkuit dan keterampilan yang lebih kompleks.

Pada tahun pertama kehidupan, lebih dari 1 juta koneksi saraf baru terbentuk setiap detik . Setiap detik!

Setelah periode pertumbuhan yang cepat ini, koneksi dikurangi melalui proses yang disebut pemangkasan, yang memungkinkan sirkuit otak menjadi lebih efisien.

Karena itulah interaksi di usia dini menjadi hal yang sangat menentukan bagaimana anak akan berkembang di usia dewasa mereka. Anak yang mendapat respon positif saat melakukan tindakan yang pro sosial, seperti berterima kasih saat mendapat bantuan, akan menjadi pribadi yang terbuka dan mudah mengucap syukur.

Interaksi anak dan orang dewasa membentuk arsitektur otak anak, pengalaman ini melengkapi pertumbuhan otak sehingga anak memiliki pondasi (entah baik atau buruk) yang akan menyiapkan anak untuk usia dewasanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tema Diri Sendiri

Membuat Video Untuk Home Learning