Menggunakan Produk Google untuk Portofolio Digital

Google dibuat pada tahun 1998. Awalnya dimaksudkan untuk menyatukan berbagai pencarian dari berbagai perpustakaan. Namun saat diterapkan di internet, hasilnya lebih baik daripada mesin pencarian yang sudah ada sebelumnya.


Saya masih ingat saat pertama kali menggunakan google. Yang terlintas di benak adalah, bersih.

Waktu itu yahoo merajai mesin pencarian. Dengan banyak gambar dan link berita di kanan kiri atas bawah. Beberapa teman saya heran melihat saya memilih menggunakan google dibandingkan yahoo.

Tapi saya kekeuh. "Saya itu mau mencari materi,bukan mau membaca berita atau iklan lainnya." Alasan saya saat itu.

Dan benar saja. Dalam waktu beberapa tahun kemudian. Google menyalip yahoo sebagai mesin pencarian.
Dengan naiknya posisi dan dibukanya saham untuk publik, Google pun menjadi perusahaan dengan keuangan yang sangat baik.

Tidak heran dengan mudah google mengakuisisi youtube,  picasa yang kemudian berevolusi menjadi google photos, driver, hingga membuat software untuk pekerja kantoran (office) dalam bentuk docs, sheets, slide, serta keep notes yang dengan elegannya melengkapi kemampuan docs dkk.

Tentu saja bukan cuma itu produk yang dimiliki google. Ada banyak produk lainnya. Tapi di pembahasan ini, kita akan fokus pada produk - produk yang bisa digunakan untuk pembuatan portofolio digital.

Apa saja itu?
  • Drive
  • Photos
  • Youtube
  • Docs
  • Keep
  • Site
Dalam enam bulan kedepan, kita akan membahas satu persatu produk google tersebut.

"Kenapa kita harus belajar portofolio digital Mr?" Tanya anda.
Ada dua alasan. Yang pertama ramalan. Saya meramalkan dalam dua tahun kedepan kita, unit pendidikan, akan diminta untuk membuat banyak administrasi kita dalam bentuk digital.

Hal ini sudah kita saksikan saat akreditasi TK. Hasil dokumen yang kita miliki diminta untuk discan dan dikirim menggunakan email. Dengan kata lain dalam bentuk digital. Bukan lagi fisik seperti sebelumnya.

Yang kedua kesinambungan program pemerintah.
Pada tahun 2018 ini, pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur fisik berupa jalan, bendungan dan gedung.

Nah pada tahun 2019 ini pemerintah masih melakukan pembangunan infrastruktur, tetapi pemerintah juga mulai menggenjot kesiapan negara menghadapi era digital.

Contoh nyatanya adalah program palapa ring yang bertujuan membuat tulang punggung sistem telekomunikasi nasiolan yang menjangkau seluruh 514 kabupaten / kota yang ada di Indonesia.

Dengan realisasi program ini. Dunia pendidikan akan mendapatkan manfaat secara tidak langsung. Yaitu ratanya akses internet diseluruh Indonesia. Sehingga program program pelatihan yang direncanakan pemerintah seperti UKG, hingga rencana penilaian secara online terhadap kinerja guru, akan lebih mudah direalisasikan.

Nah di pengembangandiriguru.com ini kami ingin menyediakan pelatihan kemampuan untuk menghadapi hal ini sebelum kemampuan tersebut di "paksakan" ke guru.

Jadi pastikan terus memantai situs ini untuk mendapatkan video tutorial terbarunya.

Sampai jumpa.



Kalau postingan ini berguna untuk Bunda, klik like dan share ya, supaya teman-teman Bunda juga mendapatkan manfaat dari postingan ini. Salam hangat dari Denpasar.

Postingan populer dari blog ini

Tema Diri Sendiri

Membuat Video Untuk Home Learning