Gadget dan Obesitas


Beberapa hari ini saya membaca jurnal penelitian, terkait gadget dan pengaruhnya terhadap anak-anak.

Saya menemukan ada dua kata yang sering muncul bersamaan. Gadget dan obesitas. Saat penggunaan gadget naik (berlebihan), pada saat yang bersamaan, peluang obesitas juga naik.


Jadi saat kita makan, dan dinding perut sudah mencapai batas yang diperlukannya.  Maka dinding perut ini akan memberi sinyal ke otak. "Hei sudah cukup, sudah hampir penuh nih" kata dinding perut. Otak yang mendengarnya berkata, "Ok kurangi kecepatan ya." dan mendadak kecepatan makan kita berkurang dan kita merasa kenyang.

Nah, saat kita melihat gadget, dan fokus ke media yang kita lihat. Otak kita kebingungan, karena pada saat yang bersamaan, otak mendapat pesan yang seru dari mata. Sehingga pesan kenyang dari perut tidak terdengar dan diabaikan. Sehingga kita makan dan terus makan. Dan kalau hal ini diteruskan, maka otak kita akan terbiasa untuk mengabaikan pesan kenyang dari perut. Dan Obesitas tentu menjadi konsekuensi yang normal dari hal ini.

Jadi bagaimana kita menyikapi hal ini? Bagaimana supaya peluang obesitasnya menurun atau tidak ada sama sekali?

Dengan makan saat makan. Bukan membuka gadget. Dengan menjadikan acara makan sebagai acara yang ditunggu-tunggu. Bersama sebagai sebuah keluarga, saling bercerita tentang hari itu.

Dengan demikian, anak-anak kita akan jadi tambah dekat dengan kita, bukan dekat dengan gadget.
Bukankah ini yang kita inginkan bersama?

Kalau postingan ini berguna untuk Bunda, klik like dan share ya, supaya teman-teman Bunda juga mendapatkan manfaat dari postingan ini. Salam hangat dari Denpasar.


Postingan populer dari blog ini

Tema Diri Sendiri

Membuat Video Untuk Home Learning